STRATEGI MEMBACA

PENDAHULUAN

Pendidikan sastra dan bahasa Indonesia mempunyai peranan yang penting didalam dunia pendidikan. Seperti yang kita ketahui bahwa dalam kehidupan sehari-hari kita menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi. Oleh karena itu, kita harus mempelajari ilmu pendidikan tentang bahasa dan sastra Indonesia. Agar kita dapat belajar dan mengetahui bagaimana cara kita menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Terutama bagi calon pendidik, pendidikan bahasa dan sastra Indonesia dirasakan memang sangat penting. Karena ketika seorang pendidik memberikan pengajaran kepada anak-anak didiknya, ia harus bisa menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Apabila seorang pendidik mengunakan bahasa yang kurang baik, maka akan dicontoh oleh anak-anak didiknya.

Dewasa ini, dari sekian banyak orang, yang bisa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar amat sedikit. Bahkan yang lebih parahnya masih ada diantara mereka yang sama sekali tidak bisa membaca (buta huruf). Oleh karena itu anak-anak harus belajar membaca dari kecil karena membaca sangat penting. Dengan membacalah kita dapat berbagai macam pengetahuan. Disinilah peran seorang guru/pendidik yang harus memberantas buta huruf.

Oleh karena itu, program pembelajaran sastra yang berlandaskan sastra harus menggunakan berbagai macam strategi dan pendekatan untuk membentuk keterampilan berbahasa pada setiap siswa. Sehingga dalam makalah ini di sajikan macam-macam strategi pembelajaran dalam kegiatan membaca bagi siswa SD.

PEMBAHASAN

A. Pengertian

Strategi adalah ilmu dan kiat didalam memanfaatkan segala sumber yang yang dimiliki dan atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

B. Macam-Macam Strategi Membaca

1. Strategi bawah-atas

Dalam strategi bawah-atas membaca memulai proses pemahaman teks dari tataran kebahasaan yang paling rendah menuju ke yang tinggi.

Strategi pemahaman bawah-atas umumnya digunakan dalam pembelajaran membaca awal dengan menggunakan strategi memperkenalkan nama dan bentuk huruf kepada siswa, memperkenalkan gabungan-gabungan huruf menjadi suku kata, suku kata menjadi kata dan kata menjadi kalimat.

2. Strategi atas-bawah

Strategi atas-bawah adalah proses pemahaman teks dari tataran yang lebih tinggi ke rendah.

3. Strategi campuran

Strategi campuran adalah proses pemahaman teks dengan menggunakan model bawah-atas dan atas-bawah yang bisa digunakan dalam waktu yang bersamaan.

4. Model strategi interaktif

Model strategi interaktif merupakan pemahaman suatu teks melalui proses interaktif antara latar belakang pengetahuan membaca dan teks.

5. Strategi KWL (Know-Want To Know-Learned)

Strategi KWL memberikan kepada siswa tujuan membaca dan memberikan suatu peran aktif siswa sebelum, saat dan sesudah membaca.

3 (tiga) langkah dasar strategi KWL yaitu:

Langkah I : apa yang saya ketahui (K), merupakan kegiatan sumbang saran pengetahuan dan pengalaman sebelumnya tentang topik.

Langkah II : what I want to learn (W), guru menuntun siswa menyusun tujuan khusus membaca.

Langkah III: what I have learn (L) terjadi setelah membaca

6. Strsategi Kegiatan Membaca Langsung/KML Atau DRA Direct Reading (Aktifities)

Penggunaan strategi KML adalah untuk mengembangkan kemampuan membaca secara komprehensif, membaca kritis, dan mengembangkan perolehan pengalaman siswa berdasarkan bentuk dan isi bacaan secara eksentif. Adapun tahap pengajarannya, adalah sebagai berikut:

  • Guru mengembangkan tujuan pembelajaran, membacakan judul teks, bertanya jawab dengan siswa tentang hal- hal yang berkaitan dengan judul bacaan sebagai pembangkitan pengalaman dan pengetahuan siswa secara mengemukakan hal-hal pokok yang perlu di pahami siswa dalam membaca.
  • Guru meminta siswa membaca dalam hati. Setelah siswa membaca guru melakukan tanya jawab tentang isi bacaan. Pertanyaan tidak selalu diikat oleh pertanyaan seperti yang ada dalam buku teks. Guru bisa menambahkan pertanyaan sesuai dengan konteks kehidupan siswa maupun permasalahan lain yang aktual.
  • Guru memberikan tugas latihan yang ditujukan untuk mengembangkan pemahaman dan ketrampilan siswa sejalan dengan kegiatan membaca yang telah di lakukannya. Kegiatan itu bisa berupa menjelaskan makna kata-kata sulit dengan menggunakan kamus, membuat ikhtisar bacaan, mempejalari penggunaan struktur, ungkapan, dan peribahasa dalam bacaan.

7. Strategi SQ3R (Survei, Question, Read, Recite, Review)

Tujuan penggunaan stategi ini, untuk menentukan kebiasaan siswa berkosentrasi dalam membaca, melatih kemampuan membaca cepat, melatih daya peramalan berkenaan dengan isi bacaan, dan mengembangkan kemampuan membaca kritis dan komperensif. Tahapan kegiatannya, adalah

  • Tahap Persiapan : Guru meminta siswa membaca teks secara cepat (survey). Setelah itu guru meminta siswa membuat pertanyaan tentang bacaan (question). Pertanyaan dapat langsung memanfaatkan pertanyaan pada tahap pramembaca. Tujuan pertanyaan ini, adalah untuk membentuk kosentrasi siswa dan membangkitkan pengetahaun dan pengalaman awalnya.
  • Proses membaca. Setelah membuat pertanyaan, siswa melakukan kegiatan membaca (read). Sambil membaca, siswa membuat jawaban pertanyaan dan catatan ringkas yang relevan (recite).
  • Pasca membaca: Siwa melakukan review, misalnya membahas kesesuaian pertanyaan dengan isi bacaan, maupun kegiatan lanjutan lain yang secara kreatif bisa dikembangkan oleh guru.

8. Strategi Membaca-Tanya Jawab/MTJ atau Request (Reading-Question)

Strategi ini ditunjukanuntuk mengembangkan kemampuan membaca komprehensif, memahami alasan pengambilan kesimpulan isi bacaan, dan peramalan lanjut berkenan dengan isi bacaan. Tahapan kegiatannya,adalah

  • Guru menjelaskan tujuan pengajaran, problem yang harus dipecahkan siwa, dan cara yang dilakukan siswa untuk memecahkan masalah
  • Guru dan siswa melakukan pemecahan masalah, misalnya menemukan fakta, mendapat ide pokok, penggunaan ungkapan, pendapat yang tidak relevan denga fakta, dan sebagainya. Untuk memecahkan masalah tersebut, guru dan siswa melakukan kegiatan membaca paragraf pertama bacaan.
  • Setelah membaca paragraf pertama bacaan, guru meminta siswa meramalkan kemungkinan isi paragraf berikutnya. Guru dan siswa melakukan kegiatan membaca dalam hati. Paragraf yang dibaca bisa satu paragraf atau lebih bergantung pada kemungkinan waktu yang tersedia.
  • Tahap terakhir, adalah tanya jawab dan pembahasan jawaban pertanyaan.

9. Strategi Membaca Dan Berpikir Secara Langsung /MBL atau DRTA (Direct Reading Thinking Activities)

Tujuan penggunaan strategi ini adalah untuk melatih siswa berkonsentrasi dan berpikir keras guna memahami isi bacaan secara serius. Adapun langkah-langkah kegiatannya adalah:

  • Guru meminta siswa membaca judul teks bacaan, apabila mungkin siswa diminta memperhatikan gambar dan sub judul secara cepat. Setelah itu guru bertanya pada siswa sebagai pembangkit prediksi dan penciptaan konsentrasi saat membaca. Pertanyaan tersebut misalnya: apa kira-kira isi paragraf selanjutnya? Mengapa kalian membuat pemikieran demikian?
  • guru meminta siswa untuk membaca dalam hati satu atau dua paragraf bacaan dengan berkonsentrasi untuk menemukan kebenaran/kesalahan peramalan yang dilakukan semula.
  • Bagian lanjut bacaan yang belum dibaca/ditanyakan ditutup dulu dengan kertas. Setelah membaca dalam hati guru mengajukan pertanyaan apa kira-kira isi paragraf selanjutnya? Mengapa kalian membuat pemikieran demikian?
  • Langkah seperti tersebut diatas dilakukan sampai dengan bacaan itu habis/selesai dibaca. Selanjutnya dapat dilakukan menjawab pertanyaan tentang isi bacaan atau kegiatan yang lain.

10. Strategi Penghubungan Pertanyaan-Jawaban/PPJ atau QAR (Questions-Answer Relationship)

Strategi ini digunakan untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam memperoleh berbagai informasi dari berbagai sumber yang berkaitan dengan berbagai bidang. Pertanyaan dapat disusun oleh guru atau dapat memanfaatkan daftar pertanyaan yang ada dalam bacaan. Adapun jawabannya dapat diperoleh siswa melalui cara berikut:

v Menemukan kata atau kalimat dalam teks sebagai jawaban dari pertanyaan. Contoh: siapa yang bertanggung jawab untuk menciptakan suasana nyaman dikelas.

v Jawaban ada dalam teks tetapi harus menghubung-hubungkan kata atau kalimat pada bagian-bagian yang berbeda. Contoh: apa yang menyebabkan kelas kita menjadi juara lingkungan nyaman.

v Pemahaman isi teks merupakan bahan penemuan jawaban, tetapi pemahaman tersebut berkaitan dengan pemahaman yang tersirat. Dengan demikian untuk menjawab pertanyaan itu diperlikan adanya hubungan dialogis antara pemahaman isi teks dengan pengalaman dan pengetahuan pembaca. Contoh: bagaimana hubungan timbale balik antara lingkungan alam dengan lingkungan kehidupan keluarga.

v Jawaban tidak dapat ditemukan dalam teks. Untuk menemukan jawaban pertanyaan harus menghubung-hubungkan sesuatu yang dinyatakan penulis, merefleksikan kembali berbagai pengalaman dan pengetahuan dengan memanfaatkan berbagai sumber informasi. Contoh: mengapa sebagai ekosistem lingkungan menentukan kehidupan organisme manusia, binatang dan tumbuhan?

Berdasarkan gambaran pilihan jenis pertanyaan seperti diatas, maka tahap-tahap kegiatannya adalah sebagai berikut:

  • Guru mengemukakan tujuan pembelajaran, masalah yang harus dipecahkan siswa, dan cara yang perlu dilakukan siswa untuk memecahkan masalah. Masalah yang dipecahkan siswa adalah memahami dan menjawab pertanyaan dalam berbagai jenis dan tingkatannya.
  • Siswa melakukan kegitan membaca dalam hati. Setelah selesai kegitan membaca, dilakukan kegiatan Tanya jawab dan pembahasan.
  • Pertanyaan yang penemuan jawabannya memerlukan berbagai sumber dan berbagai kegiatan lain, misalnya pengamatan dan wawancara diberikan dalam bentuk tugas untuk dilaporkan pada pertemuan berikutnya. Pengerjaan tugas harus berkelompok.

11. Strategi pengelompokan dan pemetaan isi bacaan/PPIB atau GMA (Group Mapping Activities)

Strategi ini bertujuan mengenbangkan kemampuan siswa dalam menyusun dan memahami bagan, mengelompokkan, memetakan isi bacaan. Misalnya: bacaan cerita dan memetakan isi bacaan secara umum. Tahap pembelajarannya adalah:

  • Persiapan: guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilakukan oleh siswa, misalnya siswa diminta membuat diagram plot cerita.
  • Proses membaca: siswa membaca dalam hati tanpa diinterupsi oleh guru dalam waktu yang ditentukan.
  • Selanjutnya siswa diminta mengemukakan pemahaman isi bacaan, misalnya plot dalam bentuk bagan. Berdasarkan bagan yang disusun, siswa diminta mengemukakan satuan kelompok isinya secara lisan. Siswa lain diminta menanggapi.

12. Strategi PQ4R (Preview,Question, Read, Reflect, Recite, Review)

Strategi PQ4R merupakan salah satu bagian strategi elaborasi, dan digunakan untuk membantu siswa mengingat apa yang dibaca dengan tujuan untuk mempelajari sampai tuntas bab demi bab suatu buku pelajaran..

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam strategi PQ4R sebagai berikut:

  • Preview: siswa membaca selintas dengan cepat, dimulai membaca topic-topiknya, sub topik utama, judul dan sub judul atau ringkasan pada akhir suatu bab. Ide pokoknya akan menjadi inti pembahasan dalam bahan bacaan siswa sehingga akan memudahkan memberi keseluruhan ide pokok.
  • Question: mengajukan pertanyaan-pertanyaan pada diri sendiri untuk setiap pasal yang ada pada bacaan siswa. Awali pertanyaan dengan menggunakan kata apa, siapa, mengapa, dan bagaimana, sehingga akan lebih hati-hati dan membantu siswa mengingat apa yang dibaca dengan baik.
  • Read: member reaksi sebagai hasil pikir dari apa yang dibaca dengan menjawab semua pertanyaan yang diajukan sebelumnya.
  • Reflect: selama membaca siswa tidak hanya cukup mengingat atau menghafal tapi mengingat dan memahami informasi yang dipresentasikan dengan cara:
    • Menghubungkan informasi yang telah diketahui
    • Mengaitkan topic dalam teks dengan konsep utama
    • Memecahkan kontradiksi didalam informasi yang disajikan
    • Menggunakan materi itu untuk memecahkan masalah yang disimulasikan
    • Recite: menghubungkan atau mengingat kembali informasi yang telah dipelajari dengan menyatakan butir-butir penting dengan menyaring dan menanyakan serta menjawab pertanyaan yang ada, sehingga dapat memuat intisari materi dan bacaan.
    • Review: menjawab intisari yang telah dibuat, mengulang kembali seluruh isi bacaan dan menjawab pertanyaan yang ada sekali lagi.

C. PENDEKATAN-PENDEKATAN MEMBACA

Pendekatan adalah: konsep dasar yang melengkapi metode dengan mencakup teoritis tertentu.

1. Pendekatan komulatif

Pendekatan komulatif mengarahkan pengajaran bahasa pada tujuan pengajaran yang mementingkan fungsi bahasa sebagai alat komunikasi.

Karakteristik pendekatan komunikatif adalah:

  1. Kompetensi komunikatif lebih bersifat dinamis daripada statis
  2. Kompetensi komunikasi bersifat kontekstual
  3. Kompetensi komunikasi bersifat relatif, bergantung pada aspek-aspek lain yang terkait, baik yang bersifat internal maupun eksternal
  4. Kompetensi komunikasi berkaitan dengan dikotomi kompetensi kebahasaan dan kompetensi performasi

2. Pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)

Pendekatan CBSA diartikan sebagai kegiatan belajar mengajar yang melibatkan siswa secara aktif.

3. Pendekatan pembelajaran terpadu

Pembelajaran terpadu merupakan perpaduan antara kegiatan membaca, menulis, berbicara dan menyimak.

4. Pendekatan belajar kooperatif

Pendekatan belajar kooperatif merupakan suatu metode yang mengelompokan siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil yang bekerja sama dan saling membantu dalam menyelesaikan tugas.

Berbagai metode dalam pembelajaran kooperatif antara lain:

a. Student Team Achievement Divisions (STAD)

Siswa bentuk dalam tim belajar yang beranggotakan 4 orang, merupakan campuran jenis kelamin dan suku.

Beberapa tahap kegiatan pembelajaran yaitu:

1) Persiapan materi

2) Penyajian materi

3) Kegiatan belajar kelompok

4) Pemeriksaan terhadap hasil kegiatan kelompok

5) Siswa mengerjakan soal-soal tes secara invidual

6) Pemeriksaan hasil tes

7) Penghargaan kelompok

b. Team Assisted Individualization (TAI)

TAI menggabungkan pembelajaran kooperatif dengan pengajaran individual

Beberapa tahap TAI yaitu:

Tahap 1 : membagi siswa ke dalam kelompok

Tahap 2 : penempatan

Tahap 3 : mempersiapkan pelajaran

Tahap 4 : belajar kelompok

Tahap 5 : skor dan penghargaan kelompok

Tahap 6 : mengajar kelompok

Tahap 7 : tes fakta

Tahap 8 : unit keseluruhan

c. Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)

Tujuan CIRC dalam menggunakan tim kooperatif membantu siswa belajar membaca pemahaman yang luas di kelas tinggi SD

Tahap-tahap kegiatan pembelajaran:

Tahap 1 : mengidentifikasi topik dan mengorganisasikan ke dalam masing-masing kelompok kerja

Tahap 2 : merencanakan kegiatan kelompok

Tahap 3 : melaksanakan pembelajaran

Tahap 4 : mempersiapkan laporan akhir

Tahap 5 : menyajikan laporan

Tahap 6 : evaluasi

5. Group Investigation (GI)

Model pembelajaran GI berasal dari tulisan-tulisan filsafat, etika dan psikologi.

Beberapa tahap kegiatan pembelajaran yaitu:

Tahap 1 : mengidentifikasi topik dan mengorganisasikan kedalam masing-masing kelompok kerja

Tahap 2 : merencanakan investigasi dlaam kelompok

Tahap 3 : melaksanakan investigasi

Tahap 4 : mempersiapkan laporan

Tahap 5 : menyajikan laporan akhir

Tahap 6 : evaluasi

6. Jigsaw

Model Jigsaw digunakan bila materi dikaji dalam bentuk narasi tertulis, misalnya pelajaran kajian-kajian sosial, sastra dan beberapa bagian sains yang bertujuan untuk memperoleh konsep dan bukan ketampilan.

  • Kegiatan pembelajaran:
  1. Bahan
  2. Penempatan siswa dalam kelompok
  3. Penempatan siswa dalam kelompok pakar
  4. Penentuan skor awal
  • Tahap-tahap kegiatan
  1. Membaca
  2. Diskusi belajar pakar
  3. Laporan kelompok
  4. Tes
  5. Penghargaan kelompok

D. METODE MEMBACA

Metode adalah prosedur pembelajaran yang difokuskan ke pencapaian tujuan.

Metode-metode yang digunakan dalam pembelajaran di SD adalah sebagai berikut:

1. Metode eja

Metode ejaan adalah: metode yang paling dahulu yang sekarang sudah jarang atau tidak terpakai lagi.

Contoh:

De-a = da;el-i-el = lil; jadi: dalil

2. Metode bunyi

Dalam menngajar menurut metode bunyi bukannya nama huruf yang dijadikan melainkan bunyinya. Jalannya sama dengan metode eja.

Contoh:

De (ed)-a = da, w(ew)-a- t(et) = dawat

3. Metode lembaga kata

Metode lembaga kata dikatakan sebagai peralihan antara metode bunyi dengan metode terbaru yakni metode global.proses pelaksanaannya adalah sebagai berikut:

  1. Menyajikan kepada para siswa sebuah kata yang tidak asing lagi bagi mereka.
  2. Menganalisis atau menguraikan kata menjadi suku kata .suku kata yang langsung ke bunyi huruf.
  3. Mengajarkan huruf dari tiap-tiap bunyi yang telah dipisahkan dari lembaga katanya.
  4. Huruf-huruf itu disintesis menjadi suku kata dan kata.
  5. Kata-kata dirangkaikan menjadi pola kalimat sederhana

4. Metode Global

Metode global adalah metode yang melihat segala sesuatu merupakan keseluruhan

5. Metode SAS atau Struktur analisis sintesis

Dalam metode ini dimulai dari suatu unit pikiran atau suatu cerita. Siswa perlu menghafal beberapa kalimat dan dikenalkan dengan huruf sekaligus

Contoh:

i n i i b u

i b u a n i

PENUTUP

A. Kesimpulan

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia mempunyai arti yang cukup penting. Poin yang lebih penting lagi didalam pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia terutama adalah membaca. Karena ketika siswa dibangku SD, hal pertama yang harus kita pelajari adalah membaca, kemudian akan dapat menulis juga menghitung serta merangkai berbagai macam kalimat. Sehingga pada masa ini guru harus menggunakan strategi-strategi yang tepat untuk membantu siswa dalam mencapai poin tersebut. Jika begitu kita akan dapat membacakan karya-karya sastra. Sastra juga sarana yng diberikan untuk mengembangkan kreatifitas anak di dalam pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.

B. Saran

Sebagai seorang calon pendidik ada beberapa hal yang dapat kita lakukan diantaranya:

  1. Pendidik harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar ketika memberikan pengajaran kepada anak didiknya.
  2. Pendidik harus memastikan bahwa anak-anak didiknya senang, suka, diajar oleh kita, agar mereka dapat menerima materi dengan baik dan tidak merasa terpaksa.
  3. Harus menggunakan strategi-strategi yang menarik dan bermanfaat bagi siswa.
  4. Belajarlah terus agar menjadi guru yang profesional.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.