STRATEGI MEMBACA

PENDAHULUAN

Pendidikan sastra dan bahasa Indonesia mempunyai peranan yang penting didalam dunia pendidikan. Seperti yang kita ketahui bahwa dalam kehidupan sehari-hari kita menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi. Oleh karena itu, kita harus mempelajari ilmu pendidikan tentang bahasa dan sastra Indonesia. Agar kita dapat belajar dan mengetahui bagaimana cara kita menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Terutama bagi calon pendidik, pendidikan bahasa dan sastra Indonesia dirasakan memang sangat penting. Karena ketika seorang pendidik memberikan pengajaran kepada anak-anak didiknya, ia harus bisa menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Apabila seorang pendidik mengunakan bahasa yang kurang baik, maka akan dicontoh oleh anak-anak didiknya.

Dewasa ini, dari sekian banyak orang, yang bisa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar amat sedikit. Bahkan yang lebih parahnya masih ada diantara mereka yang sama sekali tidak bisa membaca (buta huruf). Oleh karena itu anak-anak harus belajar membaca dari kecil karena membaca sangat penting. Dengan membacalah kita dapat berbagai macam pengetahuan. Disinilah peran seorang guru/pendidik yang harus memberantas buta huruf.

Oleh karena itu, program pembelajaran sastra yang berlandaskan sastra harus menggunakan berbagai macam strategi dan pendekatan untuk membentuk keterampilan berbahasa pada setiap siswa. Sehingga dalam makalah ini di sajikan macam-macam strategi pembelajaran dalam kegiatan membaca bagi siswa SD.

PEMBAHASAN

A. Pengertian

Strategi adalah ilmu dan kiat didalam memanfaatkan segala sumber yang yang dimiliki dan atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

B. Macam-Macam Strategi Membaca

1. Strategi bawah-atas

Dalam strategi bawah-atas membaca memulai proses pemahaman teks dari tataran kebahasaan yang paling rendah menuju ke yang tinggi.

Strategi pemahaman bawah-atas umumnya digunakan dalam pembelajaran membaca awal dengan menggunakan strategi memperkenalkan nama dan bentuk huruf kepada siswa, memperkenalkan gabungan-gabungan huruf menjadi suku kata, suku kata menjadi kata dan kata menjadi kalimat.

2. Strategi atas-bawah

Strategi atas-bawah adalah proses pemahaman teks dari tataran yang lebih tinggi ke rendah.

3. Strategi campuran

Strategi campuran adalah proses pemahaman teks dengan menggunakan model bawah-atas dan atas-bawah yang bisa digunakan dalam waktu yang bersamaan.

4. Model strategi interaktif

Model strategi interaktif merupakan pemahaman suatu teks melalui proses interaktif antara latar belakang pengetahuan membaca dan teks.

5. Strategi KWL (Know-Want To Know-Learned)

Strategi KWL memberikan kepada siswa tujuan membaca dan memberikan suatu peran aktif siswa sebelum, saat dan sesudah membaca.

3 (tiga) langkah dasar strategi KWL yaitu:

Langkah I : apa yang saya ketahui (K), merupakan kegiatan sumbang saran pengetahuan dan pengalaman sebelumnya tentang topik.

Langkah II : what I want to learn (W), guru menuntun siswa menyusun tujuan khusus membaca.

Langkah III: what I have learn (L) terjadi setelah membaca

6. Strsategi Kegiatan Membaca Langsung/KML Atau DRA Direct Reading (Aktifities)

Penggunaan strategi KML adalah untuk mengembangkan kemampuan membaca secara komprehensif, membaca kritis, dan mengembangkan perolehan pengalaman siswa berdasarkan bentuk dan isi bacaan secara eksentif. Adapun tahap pengajarannya, adalah sebagai berikut:

  • Guru mengembangkan tujuan pembelajaran, membacakan judul teks, bertanya jawab dengan siswa tentang hal- hal yang berkaitan dengan judul bacaan sebagai pembangkitan pengalaman dan pengetahuan siswa secara mengemukakan hal-hal pokok yang perlu di pahami siswa dalam membaca.
  • Guru meminta siswa membaca dalam hati. Setelah siswa membaca guru melakukan tanya jawab tentang isi bacaan. Pertanyaan tidak selalu diikat oleh pertanyaan seperti yang ada dalam buku teks. Guru bisa menambahkan pertanyaan sesuai dengan konteks kehidupan siswa maupun permasalahan lain yang aktual.
  • Guru memberikan tugas latihan yang ditujukan untuk mengembangkan pemahaman dan ketrampilan siswa sejalan dengan kegiatan membaca yang telah di lakukannya. Kegiatan itu bisa berupa menjelaskan makna kata-kata sulit dengan menggunakan kamus, membuat ikhtisar bacaan, mempejalari penggunaan struktur, ungkapan, dan peribahasa dalam bacaan.

7. Strategi SQ3R (Survei, Question, Read, Recite, Review)

Tujuan penggunaan stategi ini, untuk menentukan kebiasaan siswa berkosentrasi dalam membaca, melatih kemampuan membaca cepat, melatih daya peramalan berkenaan dengan isi bacaan, dan mengembangkan kemampuan membaca kritis dan komperensif. Tahapan kegiatannya, adalah

  • Tahap Persiapan : Guru meminta siswa membaca teks secara cepat (survey). Setelah itu guru meminta siswa membuat pertanyaan tentang bacaan (question). Pertanyaan dapat langsung memanfaatkan pertanyaan pada tahap pramembaca. Tujuan pertanyaan ini, adalah untuk membentuk kosentrasi siswa dan membangkitkan pengetahaun dan pengalaman awalnya.
  • Proses membaca. Setelah membuat pertanyaan, siswa melakukan kegiatan membaca (read). Sambil membaca, siswa membuat jawaban pertanyaan dan catatan ringkas yang relevan (recite).
  • Pasca membaca: Siwa melakukan review, misalnya membahas kesesuaian pertanyaan dengan isi bacaan, maupun kegiatan lanjutan lain yang secara kreatif bisa dikembangkan oleh guru.

8. Strategi Membaca-Tanya Jawab/MTJ atau Request (Reading-Question)

Strategi ini ditunjukanuntuk mengembangkan kemampuan membaca komprehensif, memahami alasan pengambilan kesimpulan isi bacaan, dan peramalan lanjut berkenan dengan isi bacaan. Tahapan kegiatannya,adalah

  • Guru menjelaskan tujuan pengajaran, problem yang harus dipecahkan siwa, dan cara yang dilakukan siswa untuk memecahkan masalah
  • Guru dan siswa melakukan pemecahan masalah, misalnya menemukan fakta, mendapat ide pokok, penggunaan ungkapan, pendapat yang tidak relevan denga fakta, dan sebagainya. Untuk memecahkan masalah tersebut, guru dan siswa melakukan kegiatan membaca paragraf pertama bacaan.
  • Setelah membaca paragraf pertama bacaan, guru meminta siswa meramalkan kemungkinan isi paragraf berikutnya. Guru dan siswa melakukan kegiatan membaca dalam hati. Paragraf yang dibaca bisa satu paragraf atau lebih bergantung pada kemungkinan waktu yang tersedia.
  • Tahap terakhir, adalah tanya jawab dan pembahasan jawaban pertanyaan.

9. Strategi Membaca Dan Berpikir Secara Langsung /MBL atau DRTA (Direct Reading Thinking Activities)

Tujuan penggunaan strategi ini adalah untuk melatih siswa berkonsentrasi dan berpikir keras guna memahami isi bacaan secara serius. Adapun langkah-langkah kegiatannya adalah:

  • Guru meminta siswa membaca judul teks bacaan, apabila mungkin siswa diminta memperhatikan gambar dan sub judul secara cepat. Setelah itu guru bertanya pada siswa sebagai pembangkit prediksi dan penciptaan konsentrasi saat membaca. Pertanyaan tersebut misalnya: apa kira-kira isi paragraf selanjutnya? Mengapa kalian membuat pemikieran demikian?
  • guru meminta siswa untuk membaca dalam hati satu atau dua paragraf bacaan dengan berkonsentrasi untuk menemukan kebenaran/kesalahan peramalan yang dilakukan semula.
  • Bagian lanjut bacaan yang belum dibaca/ditanyakan ditutup dulu dengan kertas. Setelah membaca dalam hati guru mengajukan pertanyaan apa kira-kira isi paragraf selanjutnya? Mengapa kalian membuat pemikieran demikian?
  • Langkah seperti tersebut diatas dilakukan sampai dengan bacaan itu habis/selesai dibaca. Selanjutnya dapat dilakukan menjawab pertanyaan tentang isi bacaan atau kegiatan yang lain.

10. Strategi Penghubungan Pertanyaan-Jawaban/PPJ atau QAR (Questions-Answer Relationship)

Strategi ini digunakan untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam memperoleh berbagai informasi dari berbagai sumber yang berkaitan dengan berbagai bidang. Pertanyaan dapat disusun oleh guru atau dapat memanfaatkan daftar pertanyaan yang ada dalam bacaan. Adapun jawabannya dapat diperoleh siswa melalui cara berikut:

v Menemukan kata atau kalimat dalam teks sebagai jawaban dari pertanyaan. Contoh: siapa yang bertanggung jawab untuk menciptakan suasana nyaman dikelas.

v Jawaban ada dalam teks tetapi harus menghubung-hubungkan kata atau kalimat pada bagian-bagian yang berbeda. Contoh: apa yang menyebabkan kelas kita menjadi juara lingkungan nyaman.

v Pemahaman isi teks merupakan bahan penemuan jawaban, tetapi pemahaman tersebut berkaitan dengan pemahaman yang tersirat. Dengan demikian untuk menjawab pertanyaan itu diperlikan adanya hubungan dialogis antara pemahaman isi teks dengan pengalaman dan pengetahuan pembaca. Contoh: bagaimana hubungan timbale balik antara lingkungan alam dengan lingkungan kehidupan keluarga.

v Jawaban tidak dapat ditemukan dalam teks. Untuk menemukan jawaban pertanyaan harus menghubung-hubungkan sesuatu yang dinyatakan penulis, merefleksikan kembali berbagai pengalaman dan pengetahuan dengan memanfaatkan berbagai sumber informasi. Contoh: mengapa sebagai ekosistem lingkungan menentukan kehidupan organisme manusia, binatang dan tumbuhan?

Berdasarkan gambaran pilihan jenis pertanyaan seperti diatas, maka tahap-tahap kegiatannya adalah sebagai berikut:

  • Guru mengemukakan tujuan pembelajaran, masalah yang harus dipecahkan siswa, dan cara yang perlu dilakukan siswa untuk memecahkan masalah. Masalah yang dipecahkan siswa adalah memahami dan menjawab pertanyaan dalam berbagai jenis dan tingkatannya.
  • Siswa melakukan kegitan membaca dalam hati. Setelah selesai kegitan membaca, dilakukan kegiatan Tanya jawab dan pembahasan.
  • Pertanyaan yang penemuan jawabannya memerlukan berbagai sumber dan berbagai kegiatan lain, misalnya pengamatan dan wawancara diberikan dalam bentuk tugas untuk dilaporkan pada pertemuan berikutnya. Pengerjaan tugas harus berkelompok.

11. Strategi pengelompokan dan pemetaan isi bacaan/PPIB atau GMA (Group Mapping Activities)

Strategi ini bertujuan mengenbangkan kemampuan siswa dalam menyusun dan memahami bagan, mengelompokkan, memetakan isi bacaan. Misalnya: bacaan cerita dan memetakan isi bacaan secara umum. Tahap pembelajarannya adalah:

  • Persiapan: guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilakukan oleh siswa, misalnya siswa diminta membuat diagram plot cerita.
  • Proses membaca: siswa membaca dalam hati tanpa diinterupsi oleh guru dalam waktu yang ditentukan.
  • Selanjutnya siswa diminta mengemukakan pemahaman isi bacaan, misalnya plot dalam bentuk bagan. Berdasarkan bagan yang disusun, siswa diminta mengemukakan satuan kelompok isinya secara lisan. Siswa lain diminta menanggapi.

12. Strategi PQ4R (Preview,Question, Read, Reflect, Recite, Review)

Strategi PQ4R merupakan salah satu bagian strategi elaborasi, dan digunakan untuk membantu siswa mengingat apa yang dibaca dengan tujuan untuk mempelajari sampai tuntas bab demi bab suatu buku pelajaran..

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam strategi PQ4R sebagai berikut:

  • Preview: siswa membaca selintas dengan cepat, dimulai membaca topic-topiknya, sub topik utama, judul dan sub judul atau ringkasan pada akhir suatu bab. Ide pokoknya akan menjadi inti pembahasan dalam bahan bacaan siswa sehingga akan memudahkan memberi keseluruhan ide pokok.
  • Question: mengajukan pertanyaan-pertanyaan pada diri sendiri untuk setiap pasal yang ada pada bacaan siswa. Awali pertanyaan dengan menggunakan kata apa, siapa, mengapa, dan bagaimana, sehingga akan lebih hati-hati dan membantu siswa mengingat apa yang dibaca dengan baik.
  • Read: member reaksi sebagai hasil pikir dari apa yang dibaca dengan menjawab semua pertanyaan yang diajukan sebelumnya.
  • Reflect: selama membaca siswa tidak hanya cukup mengingat atau menghafal tapi mengingat dan memahami informasi yang dipresentasikan dengan cara:
    • Menghubungkan informasi yang telah diketahui
    • Mengaitkan topic dalam teks dengan konsep utama
    • Memecahkan kontradiksi didalam informasi yang disajikan
    • Menggunakan materi itu untuk memecahkan masalah yang disimulasikan
    • Recite: menghubungkan atau mengingat kembali informasi yang telah dipelajari dengan menyatakan butir-butir penting dengan menyaring dan menanyakan serta menjawab pertanyaan yang ada, sehingga dapat memuat intisari materi dan bacaan.
    • Review: menjawab intisari yang telah dibuat, mengulang kembali seluruh isi bacaan dan menjawab pertanyaan yang ada sekali lagi.

C. PENDEKATAN-PENDEKATAN MEMBACA

Pendekatan adalah: konsep dasar yang melengkapi metode dengan mencakup teoritis tertentu.

1. Pendekatan komulatif

Pendekatan komulatif mengarahkan pengajaran bahasa pada tujuan pengajaran yang mementingkan fungsi bahasa sebagai alat komunikasi.

Karakteristik pendekatan komunikatif adalah:

  1. Kompetensi komunikatif lebih bersifat dinamis daripada statis
  2. Kompetensi komunikasi bersifat kontekstual
  3. Kompetensi komunikasi bersifat relatif, bergantung pada aspek-aspek lain yang terkait, baik yang bersifat internal maupun eksternal
  4. Kompetensi komunikasi berkaitan dengan dikotomi kompetensi kebahasaan dan kompetensi performasi

2. Pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)

Pendekatan CBSA diartikan sebagai kegiatan belajar mengajar yang melibatkan siswa secara aktif.

3. Pendekatan pembelajaran terpadu

Pembelajaran terpadu merupakan perpaduan antara kegiatan membaca, menulis, berbicara dan menyimak.

4. Pendekatan belajar kooperatif

Pendekatan belajar kooperatif merupakan suatu metode yang mengelompokan siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil yang bekerja sama dan saling membantu dalam menyelesaikan tugas.

Berbagai metode dalam pembelajaran kooperatif antara lain:

a. Student Team Achievement Divisions (STAD)

Siswa bentuk dalam tim belajar yang beranggotakan 4 orang, merupakan campuran jenis kelamin dan suku.

Beberapa tahap kegiatan pembelajaran yaitu:

1) Persiapan materi

2) Penyajian materi

3) Kegiatan belajar kelompok

4) Pemeriksaan terhadap hasil kegiatan kelompok

5) Siswa mengerjakan soal-soal tes secara invidual

6) Pemeriksaan hasil tes

7) Penghargaan kelompok

b. Team Assisted Individualization (TAI)

TAI menggabungkan pembelajaran kooperatif dengan pengajaran individual

Beberapa tahap TAI yaitu:

Tahap 1 : membagi siswa ke dalam kelompok

Tahap 2 : penempatan

Tahap 3 : mempersiapkan pelajaran

Tahap 4 : belajar kelompok

Tahap 5 : skor dan penghargaan kelompok

Tahap 6 : mengajar kelompok

Tahap 7 : tes fakta

Tahap 8 : unit keseluruhan

c. Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)

Tujuan CIRC dalam menggunakan tim kooperatif membantu siswa belajar membaca pemahaman yang luas di kelas tinggi SD

Tahap-tahap kegiatan pembelajaran:

Tahap 1 : mengidentifikasi topik dan mengorganisasikan ke dalam masing-masing kelompok kerja

Tahap 2 : merencanakan kegiatan kelompok

Tahap 3 : melaksanakan pembelajaran

Tahap 4 : mempersiapkan laporan akhir

Tahap 5 : menyajikan laporan

Tahap 6 : evaluasi

5. Group Investigation (GI)

Model pembelajaran GI berasal dari tulisan-tulisan filsafat, etika dan psikologi.

Beberapa tahap kegiatan pembelajaran yaitu:

Tahap 1 : mengidentifikasi topik dan mengorganisasikan kedalam masing-masing kelompok kerja

Tahap 2 : merencanakan investigasi dlaam kelompok

Tahap 3 : melaksanakan investigasi

Tahap 4 : mempersiapkan laporan

Tahap 5 : menyajikan laporan akhir

Tahap 6 : evaluasi

6. Jigsaw

Model Jigsaw digunakan bila materi dikaji dalam bentuk narasi tertulis, misalnya pelajaran kajian-kajian sosial, sastra dan beberapa bagian sains yang bertujuan untuk memperoleh konsep dan bukan ketampilan.

  • Kegiatan pembelajaran:
  1. Bahan
  2. Penempatan siswa dalam kelompok
  3. Penempatan siswa dalam kelompok pakar
  4. Penentuan skor awal
  • Tahap-tahap kegiatan
  1. Membaca
  2. Diskusi belajar pakar
  3. Laporan kelompok
  4. Tes
  5. Penghargaan kelompok

D. METODE MEMBACA

Metode adalah prosedur pembelajaran yang difokuskan ke pencapaian tujuan.

Metode-metode yang digunakan dalam pembelajaran di SD adalah sebagai berikut:

1. Metode eja

Metode ejaan adalah: metode yang paling dahulu yang sekarang sudah jarang atau tidak terpakai lagi.

Contoh:

De-a = da;el-i-el = lil; jadi: dalil

2. Metode bunyi

Dalam menngajar menurut metode bunyi bukannya nama huruf yang dijadikan melainkan bunyinya. Jalannya sama dengan metode eja.

Contoh:

De (ed)-a = da, w(ew)-a- t(et) = dawat

3. Metode lembaga kata

Metode lembaga kata dikatakan sebagai peralihan antara metode bunyi dengan metode terbaru yakni metode global.proses pelaksanaannya adalah sebagai berikut:

  1. Menyajikan kepada para siswa sebuah kata yang tidak asing lagi bagi mereka.
  2. Menganalisis atau menguraikan kata menjadi suku kata .suku kata yang langsung ke bunyi huruf.
  3. Mengajarkan huruf dari tiap-tiap bunyi yang telah dipisahkan dari lembaga katanya.
  4. Huruf-huruf itu disintesis menjadi suku kata dan kata.
  5. Kata-kata dirangkaikan menjadi pola kalimat sederhana

4. Metode Global

Metode global adalah metode yang melihat segala sesuatu merupakan keseluruhan

5. Metode SAS atau Struktur analisis sintesis

Dalam metode ini dimulai dari suatu unit pikiran atau suatu cerita. Siswa perlu menghafal beberapa kalimat dan dikenalkan dengan huruf sekaligus

Contoh:

i n i i b u

i b u a n i

PENUTUP

A. Kesimpulan

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia mempunyai arti yang cukup penting. Poin yang lebih penting lagi didalam pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia terutama adalah membaca. Karena ketika siswa dibangku SD, hal pertama yang harus kita pelajari adalah membaca, kemudian akan dapat menulis juga menghitung serta merangkai berbagai macam kalimat. Sehingga pada masa ini guru harus menggunakan strategi-strategi yang tepat untuk membantu siswa dalam mencapai poin tersebut. Jika begitu kita akan dapat membacakan karya-karya sastra. Sastra juga sarana yng diberikan untuk mengembangkan kreatifitas anak di dalam pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.

B. Saran

Sebagai seorang calon pendidik ada beberapa hal yang dapat kita lakukan diantaranya:

  1. Pendidik harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar ketika memberikan pengajaran kepada anak didiknya.
  2. Pendidik harus memastikan bahwa anak-anak didiknya senang, suka, diajar oleh kita, agar mereka dapat menerima materi dengan baik dan tidak merasa terpaksa.
  3. Harus menggunakan strategi-strategi yang menarik dan bermanfaat bagi siswa.
  4. Belajarlah terus agar menjadi guru yang profesional.

MENJADI GURU PROFESIONAL


PERAN SEORANG GURU YANG PROFESIONAL

A. Dalam Proses Belajar Mengajar

Sebagaimana telah di ungkapkan diatas, bahwa peran seorang guru sangar signifikan dalam proses belajar mengajar.\ membawa konsekuensi kepada guru untuk meningkatkan peranan dan kompetyensinya karena proses belajar mengajar dan hasil belajar siswa sebagian besar ditrntukan oleh peranan dan kompetensi guru. Peran guru dalam proses belajar mengajar sebagai mana yang dikemukakan oleh adams dan decey dalam basi principle of student teaching,antara lainguru sebagai pengajar, manajer kelas, supervisor, motivator, konsuler, eksplorator, pengatur kelas dsb. Yang akan dikemukakan disini adalah peran yang dianggap paling dominan dan klasifikasi guru sebagai:

1. Demonstrator

Melalui peranannya sebagai demosrator, lecturer atau pengajar, guru hendaknya senantiasa menguasaibahan atau materi pelajaran yang akan diajarkannya serta senantiasa mengembangkan dalam arti meningkatkan kemampuannya dalam hal ilmu yang dimilikinya karena akan sangat menentukan hasil belajar yang akan diapai oleh siswa.salah satu yang harus diperhatikan oleh guru bahwa ia sendiri adalah pelajar.ini berarti bahwa guru harus belajar terus menerus,dengan cara demikian ia akan memperkaya dirinya dengan berbagai ilmu pengetahuan sebagai bekal dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar atau demonstrator sehingga mampu mempragakan apa yang diajarkannya secara didaktis maksudnyaagar apa yang kita samnpaikan itu betul-betul dimiliki oleh anak didik.

2. Manajer/pengelola kelas :

Dalam perannya sebagai pengelola kelas (learning manager)guru hendaknya mampu mengelola kelas sebagai lingkungan belajar serta merupakan aspek dari lingkungan sekolah yang perlu diorganisasi.lingkunganini diatur dan diawasi agar kegiatan kegiatan belajar terarah ituturut menentukan sejauh manalingkungan tersebut menjadi lingkungan belajar yang baik.lingkungan yang baik ialah yang bersifat menantang dan merangsang siswa untuk belajar,memberikan rasa aman dan kepuasan dalam mencapai tujuan.

Tujuan umum pengelolahan kelas adalah menyediakan dan menggunakan fasilitas kelas untuk bermacam-macam kegiatan belajar dan mengajaragar mencapai hasil yang baik,sedangkan tujuan khususnya adalah mengembangkan kemampuansiswa dalam menggunakan alat-alat belajar,menyediakan kondisi-kondisi yng memungkinkan siswa bekerja dan belajar,serta membangun siswa untukmemperoleh hasil yang diharapkan.

3. Mediator/fasilitator

Sebagai mediator guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan karena media pendidikan merupakan alat komunikasi untuk lebih mengefektikan proses belajr mengajar,dan juga merupakan dasar yang sangat diperlukan yang bersifat melengkapi dan merupakan bagianintegral demi berhasilnya proses pendidikan dan pengajaran di sekolah.

4. Evaluator

Guru hendaknya menjadi seoarng evolator yang baik.kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah tujuan yang telah dirumuskan itu tercapai atau belum dan apakah materi yang diajarkan sudah cukup tepat.semua pertanyaan tersebut akan dijawab melalui kegiatan evaluasi atau penilaian.dengan poenilaiann,guru dapat mengetahui keberhasilan pencapaian tujuan,penguasaan siswa terthadap pelajaran,serta ketetapan atau keefektifan metode mengajar.dengan penilaian guru dapat mengklasifisikan apakah seorang siswa termasuk kelompok siswa yang pandai,sedang,kurang tau cukup baik dikelasnya jika dibandingkan dengan teman-temannya.

B. Dalam Pengadministrasian

Dalam hubungannya dengan kegiatan pengadministrasian, seorang guru dapat berperan sebagai:

  1. pengambilan inisiatif, pengarah dan penilaian kegiatan kegiatan pendidikan.
  2. wakil masyarakat yang berarti dalam lingkungan sekolah guru menjadi anggota suatu masyarakat.
  3. orang yang ahli dalam mata pelajaran,guru bertanggung jawab untuk mewariskan kebudsayaan kepasda generasi muda yang berupa pengetahuan.
  4. penegak displin,guru harus menjaga agar tercapai suatu displin.
  5. pemimpin generasi muda.
  6. penerjemah kepada masyarakat,artinya guru berperan untuk menyampaikan segala perkembangan kemajuan dunia sekitarkepada masyarakat,khususnya masalah pendidikan.

C. Peran Guru Secara Pribadi :

Dilihat dari segi dirinya sendiri,seorang guru harus berperan sebagai berikut:

  1. petugas social, seorang harus membantu untuk kepentingan masyarakt
  2. pelajar dan ilmuwan, senantiasa terus menerus menuntut ilmu pengetahuan.
  3. orang tua, mewakili orang tua murid disekolah dalam pendidikan anaknya.
  4. pencari teladan,senantiasa mencarikan teladan yang baik untuk siswa bukan untuk seluruh masyarakat.
  5. pencari keamana,senantiasa mencarikan rasa aman bagi siswa.

D. Peran Guru Secara Psikologis

Peran guru secara psikologis,guru dipandand sebagai berikut:

  1. ahli psikologi pendidikan,petugas psikologi dalam pendidikan yang melaksanakan tugsnya atas dasr prinsip-prinsip psikologi.
  2. seniman dalam hubungn antar manusia untuk tujuan tertentu
  3. pembentuk kelompok sebagai jalan tau alt dalam pendidikan.
  4. catalytic agent yaitu orang yang mempunyai pengaruh dalam menimbulkan pembaharuan.
  5. petugs kesehtan mental yng bertanggung jawab terhadap pembinaan kesehatan mental khususnya kesehatan mental siswa.

E. Hal-hal yang harus dikuasai oleh seorang guru

Posisi dan peran guru jauh lebih penting dan menentukan atas segalanya dalam proses belajar-mengajar, guru menempati posisi penting dan penentu berhasil-tidaknya pencapaian tujuan suatu proses pembelajaran. Sekalipun proses pembelajaran telah menggunakan berbagai model pendekatan dan metode yang lebih memberi peluang siswa aktif, kedudukan dan peran guru tetap penting dan menentukan. Guru merupakan ujung tombak sekaligus dirigen yang berperan memimpin “pertunjukan orkestra pembelajaran”.

Guru profesional seharusnya memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogis, kognitif, personaliti, dan sosial. Oleh karena itu, selain terampil mengajar, seorang guru juga memiliki pengetahuan yang luas, bijak, dan dapat bersosialisasi dengan baik. Profesi guru dan dosen merupakan bidang pekerjaan khusus yang memerlukan prinsip-prinsip profesional. Mereka harus :

  1. memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme,
  2. memiliki kualifikasi pendidikan dan latar belakang pendidikan yang sesuai dengan bidang tugasnya,
  3. memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugasnya.
  4. mematuhi kode etik profesi,
  5. memiliki hak dan kewajiban dalam melaksanakan tugas,
  6. memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerjanya,
  7. memiliki kesempatan untuk mengembangkan profesinya secara berkelanjutan,
  8. memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas profesionalnya,
  9. memiliki organisasi profesi yang berbadan hukum (sumber UU tentang Guru dan Dosen).

Dedi Supriadi (1999:98) mengutip Jurnal Education Leadership edisi Maret 1993 mengenai lima hal yang harus diraih guru agar menjadi profesional. Kelima hal tersebut adalah:

  1. Guru mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya. Ini berarti bahwa komitmen tertinggi guru adalah kepada kepentingan siswanya.
  2. Guru menguasai secara mendalam bahan/mata pelajaran yang diajarkannya serta cara mengajarkannya kepada para siswa.
  3. Guru bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai teknik evaluasi, mulai cara pengamatan dalam perilaku siswa sampai tes hasil belajar.
  4. Guru mampu berpikir sistimatis tentang apa yang dilakukannya, dan belajar dari pengalamannya. Artinya, harus selalu ada waktu bagi guru guna mengadakan refleksi dan koreksi terhadap apa yang telah dilakukannya. Untuk bisa belajar dari pengalaman, ia harus tahu mana yang benar dan salah, serta baik buruk dampaknya pada proses belajar siswa.
  5. Guru seyogyanya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya.

F. Kompetensi Professional Guru

Kompetensi berarti kewenangan atau kekuasaan untuk menentukan atu memutuskan sesuatu hal.jadi opengertian guru yang professional adalah orang yang memiliki kemampuan dn keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukn tugas dn fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal.atau guru yang professional adalh guru yng terdidik dan terlatih dengan baik sert memiliki pengalaman yng kaya dibidngnya.

Menginagt tugas dan tanggung jawab yang begitu kompleks,maka profesi ini memerlukn persyaratan khusus yaitu:

  1. Menuntut adanya ketrampilan yang berdasarkn konsep dan teori ilmu pengetahun yang mendlm.
  2. menekankan pada suatu keahlian dlam bidng tertentu sesuai dengn bidang profesinya
  3. menuntut adanya tingkt pendidikan keguruan yng memadai.
  4. adnya kepekaan terhadp dampak kemasyarakatan dari pekerjaan yang dilksnaknny.
  5. memungkinkan perkembangan sejalan dengn dinamika kehidupan.

Jenis-jenis kompetensi :

A. Kompetensi pribadi

v mengembangkn kepribadian :

  • bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa
  • berperan dalam masyarakat sebagai warga Negara yang berjiwa pncasila.
  • Mengembangkan sifat-sifat terpuji yangdipersyaratkan bagi jabatn guru.

v berinteraksi dan berkomunikasi :

  • berinteraksi dengan sejawat untuk meningkatkn kemampuan professional.
  • Berinteraksi dengan masyarakt untuk penunaian misi pendidikan

v melaksanakan bimbingan dn penyuluhan :

  • membimbing siswa yang mengalami kesulitan belajr
  • membimbing murid yang berklainan dn berbakat khusus.

v melaksanakan administrsi sekolah:

  • mengenl pengadministrasian kegiatn sekolah.
  • melaksanakan kegiatan administrasi sekolah.

v melaksanakan penelitian sederhana untukkeperluan pengajaran.

  • Mengkaji konsep dasar penelitian ilmiah
  • Melaksanakan penelitin sederhna

B. Kompetensi professional

v menguasi landasan kependidikan:

  • mengenal tujuan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan nsional.
  • Mengenl fungsi sekolah dalam masyarakat
  • Mengenal prinsip-prinsip psikologi pendidikan yang dpat dimnfatkan dalam proses belajar mengajr.

v Menguasai bahan pengajaran:

  • Menguasai bahn pengajaran kurikurum pendidkan dasar dan menengah.
  • Menguasai bhn pengayaan

v Menyusun program pengajaran:

  • Menetapkan tujun pembelajaran
  • Memilih dan mengembngkn bahn pembeljaran
  • Memilih dan mengembngkan strategi belajar mengajar.
  • Memilih dan mengembangkanb media pengajran yng sesuai.
  • Memilih dn memanftkn sumber belajar.

v Melaksanakan program pembelajaran :

  • Menciptakan iklim belajar mengajar yng tepat
  • Mengatur ruangan belajar
  • Megelol interksi belajr mengajr

v Menilai hasil proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan

  • Menilai prestasi murid untuk kepentingan pengajaran
  • Menili prose belajar mengajar yang telah dilaksanakan.

G. Langkah-langkah menjadi Pengajar Profesional

Menurut UU No.20 tahun 2003 dikatakan bahwa perilaku seorang guru sebagai seorang pekerja Profesional secara garis besar mencerminkan tiga aspek yakni :

  1. Thought fullness, artinya pelaku seorang Guru mencerminkan kepemilikan landasan keilmuan dan ketrampilan yang mandiri yang diciptakan dalam suatu proses panjang dalam pendidikan prajabatan maupun di dalam jabatan.
  2. Adaptability, menyiratkan makna bahwa guru profesional dalam melaksanakan tugasnya akan senantiasa melakukan penyesuaian teknis situasional sesuai dengan perkembangan jaman.
  3. Cohesiveness, mengandung makna bahwa di dalam melakukan pekerjaannya seorang Guru Profesional akan menyikapi pekerjaannya dengan penuh dedikasi yang tinggi dengan berlandaskan kaidah-kaidah tekhnis, prosedural dan kaidah filosofi sebagai layanan yang arif bagi kemaslahatan orang banyak.

Berdasarkan atas keterangan di atas maka yang akan saya lakukan untuk menjadi Guru yang Profesional adalah :

1. Memahami dan mentaati peraturan-peraturan yang mendasar.

Guru adalah salah satu profesi yang memiliki keahlian dalam melakukan pekerjaannya. Oleh karena itu, sudah selayaknya dalam Profesi ini memiliki beberapa aturan-aturan dan patokan-patokan yang harus dilakukan. Misalnya, kode etik Guru.

2. Melakukan perencanaan secara matang sebelum melakukan pengajaran

Proses belajar mengajar merupakan proses yang harus di lakukan oleh seorang guru. Proses ini bertujuan untuk memberikan ilmu kepada semua siswa dan menjadikan pembelajaran yang bermakna. Untuk itu, sebelum melakukan proses pembelajaran hendaknya seorang Guru melakukan persiapan secara matang.

3. Berusaha mencari inovasi-inovasi terbaru dalam melakukan pembelajaran

Selain melakukan perencanaan-perencanaan yang matang, maka seorang Guru hendaknya mencari inovasi-inovasi terbaru dalm melakukan pembelajaran. Proses pembelajaran adalah proses yang dilakukan setiap waktu oleh siswa. Agar siswa tidak mengalami kejenuhan dalam belajar maka guru hendaknya mencari pembaruan dalam belajar.

4. Menjadi guru yang bisa menjadi Agent of Change bagi siswa

Tugas utama bagi seorang Guru adalah membantu muridnya dalam melakukan pembelajaran dan menuntun dalam perkembangan. Berdasar atas hal tersebut maka sudah selayaknya Guru harus bisa menjadi Agent of Change.

5. Berusaha untuk mewujudkan tujuan pendidikan

Pendidikan merupakan suatu proses, dalam melakukan suatu proses maka hal pertama yang dijadikan ukuran dan patokan adalah adanya tujuan dari proses tersebut. Oleh karena itu, dalam menjalankan proses belajar mengajar hendaknya memahami tujuan dari proses itu sendiri.

6. Meningkatkan rasa Sosial (masyarakat)

Sebagai seorang guru yang profesional, sudah seharusnya bila melakukan hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar. Karena dengan menjaga hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar, maka Guru akan dapat mengkaji masalah-masalah yang berhubungan dengan masyarakat sekitar.

7. memberikan perhatian pada pendidikan

Guru merupakan salah satu komponen terpenting dalam dunia pendidikan. Untuk itu, demi memajukan pendidikan wajib bagi Guru untuk memberikan perhatian pada dunia pendidikan.

8. Selalu melakukan Evaluasi dan perbaikan-perbaikan dalam segala hal.

Banyak orang menganggap bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Meskipun demikian, namun guru adalah seorang manusia yang tidak luput dari kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, sebagai seorang pekerja yang Profesional, seorang guru wajib melakukan evaluasi dan perbaikan.

9. Penyelenggaraan pelatihan dan Pembinaan perilaku kerja

Dasar profesionalisme adalah kompetensi. Sementara itu, pengembangan kompetensi mutlak harus berkelanjutan. Caranya, tiada lain dengan pelatihan. Yaitu melalui mengikuti seminar-seminar yang diperuntukkan untuk para guru

10. Melakukan persiapan dan perencanaan sebelum melakukan pengajaran

Proses belajar mengajar merupakan proses yang menentukan dalam keberhasilan pembelajaran peserta didik. Proses ini bertujuan untuk memberikan ilmu kepada semua siswa dan menjadikan pembelajaran yang bermakna. Untuk itu, sebelum melakukan proses pembelajaran hendaknya seorang Guru melakukan persiapan secara matang yaitu melalui pembuatan RPP.

11. Melakukan pembaruan dan perbaikan dalam proses pembelajaran

Selalu mempertajam intelektualitas (mind) dan kepribadian (personal). Maka seorang Guru hendaknya selalu berusaha melakukan perbaikan dengan mencari inovasi-inovasi baru dalm melakukan pembelajaran. Baik dalam metode, media, pendalaman materi, dalam evaluasi dll. Sehingga proses pembelajaran berjalan dengan lebih optimal

12. Peningkatan kesejahteraan.

Agar seorang guru bermartabat dan mampu “membangun” manusia muda dengan penuh percaya diri, guru harus memiliki kesejahteraan yang cukup. Hal tersebut diwujudkan dalam program sertifikasi guru. Sehingga diharapkan kesejahteraan guru profesional dapat terangkat.

H. SIKAP GURU YANG PROFESIONAL

Tidak mudah menjadi guru yang baik, dikagumi dan dihormati oleh anak didik,masyarakat sekitar dan rekan seprofesi.
Ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh seorang guru untuk mendapat pengakuan sebagai guru yang baik dan berhasil.

Pertama. Berusahalah tampil di muka kelas dengan prima. Kuasai betul materi pelajaran yang akan diberikan kepada siswa. Jika perlu, ketika berbicara di muka kelasa tidak membuka catatan atau buku pegangan sama sekali. Berbicaralah yang jelas dan lancar sehingga terkesan di hati siswa bahwa kita benar-benar tahu segala permasalahan dari materi yang disampaikan.

Kedua. Berlakulah bijaksana. Sadarilah bahwa siswa yang kita ajar, memiliki tingkat kepandaian yang berbeda-beda.
Ada yang cepat mengerti, ada yang sedang, ada yang lambat dan ada yang sangat lambat bahkan ada yang sulit untuk bisa dimengerti. Jika kita memiliki kesadaran ini, maka sudah bisa dipastikan kita akan memiliki kesabaran yang tinggi untuk menampung pertanyaan-pertanyaan dari anak didik kita. Carilah cara sederhana untuk menjelaskan pada siswa yang memiliki tingkat kemampuan rendah dengan contoh-contoh sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari walaupun mungkin contoh-contoh itu agak konyol.

Ketiga. Berusahalah selalu ceria di muka kelas. Jangan membawa persoalan-persoalan yang tidak menyenangkan dari rumah atau dari tempat lain ke dalam kelas sewaktu kita mulai dan sedang mengajar.

Keempat. Kendalikan emosi. Jangan mudah marah di kelas dan jangan mudah tersinggung karena perilaku siswa. Ingat siswa yang kita ajar adalah remaja yang masih sangat labil emasinya. Siswa yang kita ajar berasal dari daerah dan budaya yang mungkin berbeda satu dengan yang lainnya dan berbeda dengan kebiasaan kita, apalagi mungkin pendidikan di rumah dari orang tuanya memang kurang sesuai dengan tata cara dan kebiasaan kita. Marah di kelas akan membuat suasana menjadi tidak enak, siswa menjadi tegang. Hal ini akan berpengaruh pada daya nalar siswa untuk menerima materi pelajaran yang kita berikan.

Kelima. Berusaha menjawab setiap pertanyaan yang diajukan siswa. Jangan memarahi siswa yang yang terlalu sering bertanya. Berusaha menjawab setiap pertanyaan yang diajukan siswa dengan baik. Jika suatu saat ada pertanyaan dari siswa yang tidak siap dijawab, berlakulah jujur. Berjanjilah untuk dapat menjawabnya dengan benar pada kesempatan lain sementara kita berusaha mencari jawaban tersebut. Janganlah merasa malu karena hal ini. Ingat sebagai manusia kita mempunyai keterbatasan. Tapi usahakan hal seperti ini jangan terlalu sering terjadi. Untuk menghindari kejadian seperti ini, berusahalah untuk banyak membaca dan belajar lagi. Jangan bosan belajar. Janganlah menutupi kelemahan kita dengan cara marah-marah bila ada anak yang bertanya sehingga menjadikan anak tidak berani bertanya lagi. Jika siswa sudah tidak berani bertanya, jangan harap pendidikan/pengajaran kita akan berhasil.

Keenam. Memiliki rasa malu dan rasa takut. Untuk menjadi guru yang baik, maka seorang guru harus memiliki sifat ini. Dalam hal ini yang dimaksud rasa malu adalah malu untuk melakukan perbuatan salah, sementara rasa takut adalah takut dari akibat perbuatan salah yang kita lakukan. Dengan memiliki kedua sifat ini maka setiap perbuatan yang akan kita lakukan akan lebih mudah kita kendalikan dan dipertimbangkan kembali apakah akan terus dilakukan atau tidak.

Ketujuh. Harus dapat menerima hidup ini sebagai mana adanya. Di negeri ini banyak semboyan-semboyan mengagungkan profesi guru tapi kenyataannya negeri ini belum mampu/mau menyejahterakan kehidupan guru. Kita harus bisa menerima kenyataan ini, jangan membandingkan penghasilan dari jerih payah kita dengan penghasilan orang lain/pegawai dari instansi lain. Berusaha untuk hidup sederhana dan jika masih belum mencukupi berusaha mencari sambilan lain yang halal, yang tidak merigikan orang lain dan tidak merugikan diri sendiri. Jangan pusingkan gunjingan orang lain, ingatlah pepatah “anjing menggonggong bajaj berlalu.”

Kedelapan. Tidak sombong.Tidak menyombongkan diri di hadapan murid/jangan membanggakan diri sendiri, baik ketika sedang mengajar ataupun berada di lingkungan lain. Jangan mencemoohkan siswa yang tidak pandai di kelas dan jangan mempermalukan siswa (yang salah sekalipun) di muka orang banyak. Namun pangillah siswa yang bersalah dan bicaralah dengan baik-baik, tidak berbicara dan berlaku kasar pada siswa.

Kesembilan. Berlakulah adil. Berusahalah berlaku adil dalam memberi penilaian kepada siswa. Jangan membeda-bedakan siswa yang pandai/mampu dan siswa yang kurang pandai/kurang mampu Serta tidak memuji secara berlebihan terhadap siswa yang pandai di hadapan siswa yang kurang pandai.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.